Apakah Om Mario waktu muda bisa menduga akan jadi seperti sekarang?
Tidak, sama sekali tidak menyangka.
Dulu rambut saya tebal, agak ikal, dan hitam mengkilat.
Saya tidak menyangka jadinya seperti ini.
Hahahahaha!!!
Bukan itu Om, maksud saya karirnya, apa Om Mario nyangka jadi Motivator seperti sekarang?
Ooh, itu! Bilang dong?!
Pada masa kanak-kanak saya sering berubah impian dan cita-cinta, karena Mario Kecil itu pengkhayal dan perencana imajinativ.
Apa cita-cita Om Mario waktu kecil.
Cita-cita saya banyak, tapi satu yang selalu tampil dan tidak pernah betul-betul lenyap tertindih oleh cita-cita yang lain, adalah:
Saya ingin menjadi orang yang kalau bicara didengarkan oleh banyak orang.
Oh ya? Mengapa itu jadi cita-cita yang kuat bagi Om Mario?
Karena, semuda itu saya sudah merasa, kalau saya mengetahui yang baik, tidak ada gunanya kalau tidak saya sampaikan kepada orang lain.
Kenapa kok Om merasa harus menyampaikan kebaikan?
Saya tidak tahu mengapa, tapi setelah dewasa saya mulai mengerti bahwa Tuhan mengharapkan kita menyampaikan kebaikan, walau pun hanya sedikit yang kita ketahui.
Terus apa yang Om Mario lakukan untuk menjadi pembicara yang didengar dengan luas?
Saya tidak langsung membangun karir sebagai pembicara, tapi meniti karir profesional di perbankan, dan kemudian berwira-swasta menjadi konsultan pengembangan usaha.
Kenapa begitu?
Saya harus setidaknya lumayan berhasil dalam kehidupan akademis, intelektual, profesional, dan ekonomi saya sendiri.
Kenapa?
Mana mau publik mendengarkan orang yang belum membuktikan nasihatnya di dalam kehidupannya sendiri?
Jadi kita harus mampu membuktikan kemandirian kita dalam pengertian yang seutuh mungkin ya Om?
Betul. Anak muda harus belajar semaksimal mungkin untuk menjadikan dirinya berpengetahuan, ahli dalam bidangnya, dan terbaik dalam melakukan yang dilakukannya.
Setelah itu semuanya menjadi alamiah.
Alamiah itu maksudnya bagaimana Om?
Alamiah, menjadi seperti yang dimaksud oleh Tuhan Penguasa Seluruh Alam ini, yaitu kebaikan bagi yang mengupayakan kebaikan bagi dirinya, dan kebaikan yang lebih besar lagi bagi yang mengupayakan kebaikan bagi seluas-luasnya sesamanya.
Wow! Super sekali!
Jadi, kalau saya mau, saya juga bisa ya Om?
Mengapa tidak?
Jadilah anak muda yang kebaikan masa depannya alamiah.
Alamiah, sebagaimana yang diinginkan oleh Tuhan.
Gitu ya Om?
Super!
Terima kasih ya Om, aku mau balik belajar lagi.
Love you Om!
I love you too, as always.
Mario Teguh
via Mario Teguh's Facebook Wall http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10153171736909881&id=52472954880
Tidak, sama sekali tidak menyangka.
Dulu rambut saya tebal, agak ikal, dan hitam mengkilat.
Saya tidak menyangka jadinya seperti ini.
Hahahahaha!!!
Bukan itu Om, maksud saya karirnya, apa Om Mario nyangka jadi Motivator seperti sekarang?
Ooh, itu! Bilang dong?!
Pada masa kanak-kanak saya sering berubah impian dan cita-cinta, karena Mario Kecil itu pengkhayal dan perencana imajinativ.
Apa cita-cita Om Mario waktu kecil.
Cita-cita saya banyak, tapi satu yang selalu tampil dan tidak pernah betul-betul lenyap tertindih oleh cita-cita yang lain, adalah:
Saya ingin menjadi orang yang kalau bicara didengarkan oleh banyak orang.
Oh ya? Mengapa itu jadi cita-cita yang kuat bagi Om Mario?
Karena, semuda itu saya sudah merasa, kalau saya mengetahui yang baik, tidak ada gunanya kalau tidak saya sampaikan kepada orang lain.
Kenapa kok Om merasa harus menyampaikan kebaikan?
Saya tidak tahu mengapa, tapi setelah dewasa saya mulai mengerti bahwa Tuhan mengharapkan kita menyampaikan kebaikan, walau pun hanya sedikit yang kita ketahui.
Terus apa yang Om Mario lakukan untuk menjadi pembicara yang didengar dengan luas?
Saya tidak langsung membangun karir sebagai pembicara, tapi meniti karir profesional di perbankan, dan kemudian berwira-swasta menjadi konsultan pengembangan usaha.
Kenapa begitu?
Saya harus setidaknya lumayan berhasil dalam kehidupan akademis, intelektual, profesional, dan ekonomi saya sendiri.
Kenapa?
Mana mau publik mendengarkan orang yang belum membuktikan nasihatnya di dalam kehidupannya sendiri?
Jadi kita harus mampu membuktikan kemandirian kita dalam pengertian yang seutuh mungkin ya Om?
Betul. Anak muda harus belajar semaksimal mungkin untuk menjadikan dirinya berpengetahuan, ahli dalam bidangnya, dan terbaik dalam melakukan yang dilakukannya.
Setelah itu semuanya menjadi alamiah.
Alamiah itu maksudnya bagaimana Om?
Alamiah, menjadi seperti yang dimaksud oleh Tuhan Penguasa Seluruh Alam ini, yaitu kebaikan bagi yang mengupayakan kebaikan bagi dirinya, dan kebaikan yang lebih besar lagi bagi yang mengupayakan kebaikan bagi seluas-luasnya sesamanya.
Wow! Super sekali!
Jadi, kalau saya mau, saya juga bisa ya Om?
Mengapa tidak?
Jadilah anak muda yang kebaikan masa depannya alamiah.
Alamiah, sebagaimana yang diinginkan oleh Tuhan.
Gitu ya Om?
Super!
Terima kasih ya Om, aku mau balik belajar lagi.
Love you Om!
I love you too, as always.
Mario Teguh
via Mario Teguh's Facebook Wall http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10153171736909881&id=52472954880
Tidak ada komentar:
Posting Komentar