Pak Mario pernah miskin?
Saat itu Mario kelas 2 SD, Ibu sedang melahirkan adik ketiga, dan Bapak harus ke pasar menjual sepatu pasukan udara untuk uang makan hari itu.
Mario dan adik yang kedua kelaparan tapi tidak ada yang bisa dimakan.
Mario melihat ada tempe, dua potong, masih mentah, tapi tidak ada minyak goreng.
Mario menggoreng tempe itu dengan air di penggorengan sampai hitam dan asin sekali.
It was fun.
Mario Kecil tidak tahu miskin itu apa.
Mario Teguh – Loving you all as always
----------------
Untuk adik-adik yang mengatakan itu merebus, saya menggunakan ‘wajan’ – penggorengan, sehingga secara teknis itu namanya menggoreng.
Tapi, syukur alhamdulillah, Tuhan membaikkan kehidupan bagi kita yang bersabar dalam kerja keras untuk mengentaskan diri kita sendiri.
Marilah kita ikhlas - bekerja melakukan yang bisa kita lakukan, karena itu saja yang sesungguhnya diminta dari kita.
Tuhanlah yang menjadikan sekecil-kecil upaya kita sebagai pencapai sebesar-besarnya perubahan hidup yang membahagiakan kita dan keluarga terkasih.
Life is beautiful.
------------------
Mendiang ayah saya saat itu Letnan dari Angkatan Darat, tapi memiliki sisa sepatu lama dari tugasnya di Lintas Udara (LINUD) di Kota Malang.
Tapi keindahan hidup sangat ditentukan oleh keindahan hati kita.
Semoga Tuhan menyegerakan semuanya.
Aamiin
via Mario Teguh's Facebook Wall https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152325014174881&set=a.415355429880.177881.52472954880&type=1
Saat itu Mario kelas 2 SD, Ibu sedang melahirkan adik ketiga, dan Bapak harus ke pasar menjual sepatu pasukan udara untuk uang makan hari itu.
Mario dan adik yang kedua kelaparan tapi tidak ada yang bisa dimakan.
Mario melihat ada tempe, dua potong, masih mentah, tapi tidak ada minyak goreng.
Mario menggoreng tempe itu dengan air di penggorengan sampai hitam dan asin sekali.
It was fun.
Mario Kecil tidak tahu miskin itu apa.
Mario Teguh – Loving you all as always
----------------
Untuk adik-adik yang mengatakan itu merebus, saya menggunakan ‘wajan’ – penggorengan, sehingga secara teknis itu namanya menggoreng.
Tapi, syukur alhamdulillah, Tuhan membaikkan kehidupan bagi kita yang bersabar dalam kerja keras untuk mengentaskan diri kita sendiri.
Marilah kita ikhlas - bekerja melakukan yang bisa kita lakukan, karena itu saja yang sesungguhnya diminta dari kita.
Tuhanlah yang menjadikan sekecil-kecil upaya kita sebagai pencapai sebesar-besarnya perubahan hidup yang membahagiakan kita dan keluarga terkasih.
Life is beautiful.
------------------
Mendiang ayah saya saat itu Letnan dari Angkatan Darat, tapi memiliki sisa sepatu lama dari tugasnya di Lintas Udara (LINUD) di Kota Malang.
Tapi keindahan hidup sangat ditentukan oleh keindahan hati kita.
Semoga Tuhan menyegerakan semuanya.
Aamiin
via Mario Teguh's Facebook Wall https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152325014174881&set=a.415355429880.177881.52472954880&type=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar